Jumat, 07 Juni 2013

masa remaja

Masa remaja adalah masa-masa paling indah. Apalagi, masa-masa indah itu dijalani di sekolah. Alhasil, masa-masa indah itu akan sangat sempurna. Menyenangkan. Masa remaja penuh dengan  hingar-bingar energi semangat dan cita-cita. Sehingga, tak heran jika sejumlah orang bijak mengatakan, masa remaja adalah kehidupan penuh aroma surga. Salah satu yang sering menjadi cerita mengesankan waktu masa remaja adalah persoalan cinta-kasih. Remaja yang dihinggapi perasaan cinta ini akan buta (love is bland). Mereka akan melakukan apa saja demi cinta.

Kedahsyatan cinta di usia remaja ini terekam dalam novel berjudul Cotton Candy Love: Pangeran Gula Kapas dan Putri Balerina ini. Karya sastra dengan latar usia remaja ini menambah perbendaharaan tentang persoalan cinta remaja dewasa ini. Pembaca akan semakin memahami seluk beluk dunia remaja dengan euforia penuh dengan suka cita. Lewat penampakan sejumlah tokoh dalam kisah ini, kekuatan cinta seperti mampu mengalahkan segalanya.

Seperti kebanyakan karya sastra lainnya, novel ini diawali dengan konflik para tokoh. Sessa, salah seorang gadis berwajah imut memulai perjalanan cintanya sejak awal masuk di Sekolah Menengah Atas (SMA). Sessa jatuh hati kepada temannya sendiri yang bernama Ezra. Namun, cinta Sessa tak kesampaian. Sebab, ketika rasa cinta itu tumbuh, cowok idamannya pindah sekolah. Sehingga, apa yang Sessa bayangkan sejak awal hilang begitu saja. Separuh nafasnya seperti lenyap.
  
Gagal dalam meraih mimpi-mimpi cinta, memang menyakitkan. Sakitnya bisa tidak pernah sembuh-sembuh. Menyiasati kegalauan dalam dirinya Sessa mengikuti sejumlah kegiatan prospektif di sekolahnya. Mulai dari mengikuti kegiatan kursus, bimbingan khusus mata  pelajaran sampai kegiatan ekstrakurikuler. Kekacauan hati Sessa terobati dengan sejumput kegiatan yang diikuti. Dia menemukan dunia baru karena dalam kelompok kegiatan yang diikuti banyak teman. Sahabat yang selalu memberikan masukan nasehat. Ada Agta, Nala dan teman-teman pengurus OSIS lainnya. (hlm. 5-30)
  
Sessa seperti kembali menemukan gairah hidupnya. Dia mencoba bangkit, memperbaiki kegamangan dalam hidupnya. Di tempat kegiatan itu, sejumlah teman-teman Sessa mulai memberikan motivasi semangat. Gadis belia ini tak mau ambil pusing dengan tetek bengek cinta. Sessa seperti terkonsentrasi terhadap semua kegiatan yang lebih bersifat pendidikan. Namun, kekuatan cinta memang hebat. Meski disembunyikan, kalau takdir cinta sudah menginginkan maka tak akan bisa dibendung lagi.
  
Sessa, yang diberi julukan putri  Balerina akhirnya bertemu dengan pangeran gula kapas (Ezra) kembali. Ternyata selama ini, Ezra memendam rasa cinta itu setinggi  langit. Dalam suatu kesempatan, Sessa dipertemukan oleh bunda cinta. Ezra dan Sessa kembali bisa menemai rasa cinta sebagaimana waktu masih kecil dulu. Bedanya, di usia mereka yang sudah remaja kekuatan cinta semakin kuat dan mantap dalam diri mereka berdua.
  
Selain mengupas tentang alur kisah cinta anak remaja, novel ini juga bercerita tentang jalinan persahabatan. Ikatan persahabatan ini menjadi ajakan moral kepada semua generasi bangsa untuk memperkuat ikatan persatuan dan kesatuan. Sebab, rasa solidaritas yang  kuat akan bisa melerai dana menghidari sentiment dan permusuhan. Puncaknya, seperti amanat novel ini kehidupan akan dipenuhi dengan rasa cinta penuh kedamaian. (hlm 40-60)
  
Novel ini sangat inspiratif. Sehingga, kehadiran karya ini patut mendapat apresiasi hangat. Selaian ulasan dalam novel ini sederhana, amanat yang terkandung juga kuat. Selamat membaca!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar